Halal Bihalal yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di Lamban Rakyat, Sabtu (21/3/2026), tak sekadar menjadi tradisi pasca-Idulfitri. Lebih dari itu, momen ini berubah menjadi ruang perjumpaan lintas agama yang memperlihatkan wajah toleransi dan kebersamaan masyarakat Lampung Selatan.
Ribuan warga dari berbagai latar belakang tampak hadir dan berbaur tanpa sekat. Tidak hanya umat Muslim, masyarakat dari agama lain juga ikut meramaikan kegiatan tersebut, menjadikan halalbihalal sebagai simbol kuat persatuan di tengah keberagaman.
Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. Suasana hangat dan santai terasa sepanjang acara, menciptakan interaksi yang cair antarindividu dari latar belakang berbeda.
Salah satu peserta, Wayan Yogi, pemuda Hindu yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung Selatan, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia bahkan menyebut ini sebagai pengalaman pertamanya menghadiri halalbihalal bersama Bupati.
“Jujur aku baru pertama kali ikut, seru sih. Bisa ngobrol bareng teman-teman yang lain. Apapun hari rayanya, yang penting kita bersatu,” ujarnya.
Ia juga mengaku menikmati suasana santai yang dihadirkan, termasuk beragam kuliner yang disediakan. “Tadi kita nyobain bakso ikan, enak banget. Satu kata buat Pak Egi, love,” tambahnya sambil tersenyum.
