Bandar Lampung-mp
Aroma kopi yang harum di area PT Nestle Indonesia, Panjang, sambil diskusi krusial tentang masa depan Lampung bergulir
Rabu 28-Januari -2026 Pemprov Lampung duduk bersama para pimpinan dunia usaha dalam acara Coffee Morning
Bukan sekadar obrolan santai, pertemuan ini adalah langkah strategis untuk merajut kembali ekosistem ekonomi Lampung yang inklusif, berdaya saing dan juga berkelanjutan menuju Lampung Maju menuju indonesia Emas
Gubernur Lampung, Mirza memaparkan potensi ekonomi Provinsi Lampung yang kaya, Lampung adalah lumbung pangan dengan PDRB mencapai Rp.483 triliun
Namun ada lubang besar yang harus ditambal Rp.130 triliun dari nilai tersebut berasal dari bahan mentah pertanian yang langsung dijual keluar tanpa diolah
"Artinya ada potensi nilai tambah sekitar 70 hingga 100 triliun rupiah yang 'TERBANG' meninggalkan Lampung setiap tahunnya,
Kita hanya jadi penonton dari kekayaan alam kita sendiri, jelas Mirza
Hilirisasi bukan lagi pilihan melainkan keharusan,
Gubernur Mirza ingin setiap butir kopi, setiap tongkol jagung dan setiap umbi singkong dapat diolah di Lampung agar uangnya berputar di kantong masyarakat lokal
Sebagai solusi, Pemprov Lampung mendorong pengolahan komoditas di dalam daerah melalui Program Desaku Maju
Program ini menghadirkan mesin dryer, pupuk organik cair, pelatihan vokasi dan penguatan BUMDes agar hasil pertanian diolah langsung dari desa, tutup Mirza.
