Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berhasil melaju ke Tahap II Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026. Sebagai bagian dari proses penilaian, tim penilai dari Kementerian PPN/Bappenas melakukan wawancara dan verifikasi di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (2/7/2026), setelah sebelumnya daerah tersebut dinyatakan lolos seleksi dokumen perencanaan.
Tim penilai yang dipimpin Direktur Regional I Bappenas, Ari Setyo Pambudi, menjelaskan bahwa tahapan ini bertujuan mengonfirmasi hasil evaluasi dokumen sekaligus memverifikasi kesesuaian antara perencanaan dan implementasi pembangunan di lapangan. Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu pencapaian pembangunan, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunan dokumen, serta program unggulan daerah.
Kepala Bappeda Lampung Selatan, Aryan, memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,71 persen, angka kemiskinan turun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,67 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami peningkatan. Di sektor pertanian, produktivitas padi meningkat sekitar 37 persen, sementara produksi jagung naik hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Aryan juga menjelaskan bahwa peningkatan tersebut didukung oleh penguatan mekanisasi pertanian, penyediaan sarana produksi, pengembangan kawasan pertanian produktif, serta berbagai inovasi tata kelola pemerintahan. Inovasi tersebut meliputi peningkatan nilai Reformasi Birokrasi, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Musrenbang Online, SIPO Rindu, hingga integrasi pokok-pokok pikiran DPRD dalam sistem perencanaan daerah.
Melalui proses wawancara dan verifikasi ini, Pemkab Lampung Selatan optimistis dapat menunjukkan konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan program, dan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat. Keikutsertaan dalam Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan yang inovatif, akuntabel, dan berkelanjutan.
