Kalianda - mediamatapena.id
Sebagaimana kita ketahui RSUD Bob Bazar Kalianda Rumah sakit milik daerah mendapat dana untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rp.88 miliar
Ini merupakan angka yang cukup besar akan tetapi di balik nilai angka besar tersebut menuai sorotan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat(LSM)
salah satu nya datang dari sekertaris LSM Tunas Bangsa, Chandra S.sos
Adapun dugaan korupsi telah terjadi sejak tahap perencanaan, ujar Chandra
Apakah nilai anggaran fantastis itu benar- benar disusun berdasarkan kebutuhan riil pelayanan kesehatan atau sekadar permainan, lanjut Chandra
Pada dokumen yang beredar ada beberapa pos belanja yang tampak mencolok yaitu diantaranya pada :
Belanja Jasa Pelayanan BLUD 12 bulan Rp. 35.340.000.000
Belanja Jasa Kantor 83 orang Rp. 2.505.800.000
Belanja Pendidikan dan Pelatihan 27 orang Rp. 444.530.000
Belanja Jasa Sampah Medis Rp. 660.000.000
Belanja Jasa Kebersihan (Outsourcing) Rp. 1.974.000.000
Belanja Jasa Porter Rp. 241.200.000
Jasa Pemeliharaan Jaringan Air Rp. 564.900.000
Belanja Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Rp. 1.700.000.000
Belanja gas Rp.9,5 Miliar, ini menurut saya nilai tidak masuk logika akal sehat lagi pula tanpa rincian volume pemakaian, jenis gas medis serta tanpa pembanding harga pasar
Belanja jasa pelayanan BLUD Rp. 35,34 miliar untuk 12 bulan juga mengundang tanda tanya besar, menurut Chandra
Belum lagi outsourcing dan jasa pendukung, fragmentasi Anggaran belanja kebersihan mencapai Rp. 2 miliar
Jasa sampah medis Rp. 660 juta, porter Rp.241 juta
Pemeliharaan jaringan air Rp.564 juta semuanya tampak terpisah belum lagi pengelolaan limbah yang diduga tidak sesuai
Permenkes, tutup Chandra.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp Direktur RSUD Bob Bazar bungkam
(SD)
